Monthly Archives: Juni 2010

semangat berukhuwah


bismilllahirrahmanirrahim

sedikit dari curahan hati untuk siapapun yang membaca tulisan ini dan ingin menjadi sahabat seperjuangan yang istiqamah, isnyaAllah.

assalamu ‘alaikum wr.wb sahabat seperjuangan…

hari ini, perasaan ini dipenuhi dengan semangat berukhuwah, kangen dengan sahabat2 seperjuangan saat TPB, sahabat seperjuangan di mata’, terinagat-ingat kenang-kenangan saat DP2Q 1 dan 2, dauroh pengurus, sahabat seperjuang gamais, GSC dan pelantikan, kepanitiaan pertama di muktamar gamais, lanjut ESQ, KIT, dan GP, sahabat seperjuangan di prodi muslimah chem, rihlah kamamuki, silikat tiap jum’at., dll dan begitu banyak kumpul2 lainnya yang semunya itu telah menjadi suatu momen kita menciptakan dan merasakan nikmatnya ukhuwah itu.

sangat bersyukur bisa berkenalan dengan kalian, bisa berbincang lama, melakukan perjalan bersama, makan bersama, tidur di atap yang sama, bisa mengenal lebih dalam, berbagi keunikan yang luar biasa manfaatnya.

sangat senang bila diberi kesempatan memperbanayak sahabat lagi, berjuang lebih keras lagi dan istiqamah.

serasa ingin reuni lagi, berkumpul mengenang masa2 itu dan berbagai mimpi untuk masa depan yang lebih baik untuk mewujudkan cita-cita bersama, terus berjuang di jalan dakwah ini, menggapai ridho Allah, Walaupun butuh perjuangan yang luar biasa, hati ini sangat berharap dan terus memohon kepada Allah agar kita dipertemukan di surga-Nya kelak, aamiin ya Allah.

sahabat seperjuangan yang begitu merindukan sahabat seperjuangannya karena Allah, insyaAllah.

wallahu ‘alam

Iklan

kenapa yah?


Bismillahirrahmanirrahim

kenapa yah?, koq judulnya kenapa yah?..mmm..kadang-kadang atau bahkan sangat sering kita mengucapkannya tentunya dengan nada penasaran dan mencoba berpikir untuk menjawab sendiri.

Kali ini saya akan membahas, satu dari sekian banyak pertanyaan kenapa yah?

kenapa yah? kadang kita, teman kita, saudara kita, keluarga kita, ataupun orang lain yang lainnya itu telah tau bahwa itu benar tapi tidak dilakukan atau bahwa itu salah tapi masih tetap dilakukan……

terlalu general yah? kita coba persempit lagi, yang lebih sederhana, atau kita coba berikan contoh, mm..apa yah? tentang muslimah dulu kali yah, tentang berjilbab, wah ini tema sangat sering di bahas di kalangan muslimah, namun masih banyak saudari-saudari kita yang sebenarnya sudah paham, setengah paham, seperempat paham, tau sedikit, dan lain-lain namun mau mengaplikasikan, apakah karena ragu-ragu? malu? takut? belum dapat restu ortu (padahal kalo dilarang ortu hal kebaikan, kita tidak mengikiuti), dll? Hal ini kita pahami bahwa mereka belum tergerak hatinya atau bahasa lainnya belum mendapat hidayah dari Allah untuk memakai jilbab.

Banyak orang kita temui telah paham sesuatu bahkan sangat paham, kalau kita tes tingkat keilmuannya, kita uji kepahamannya, wah luar biasa, pola pikirnya sesuai dengan al-qur’an dan hadist, namun saat kita lihat kesehariaannya, belum ada pengaplikasian dari ilmu dan kepahamannnya tersebut, atau mungkin masih sedikit. timbullah pertanyaan kenapa?

Mungkin jawabannya bisa beragam, mungkin karena ini, mungkin karena itu, mungkin karena ini dan itu…

Namun disini saya berusaha memaparkan salah satu sudut pandang saya setelah berpikir sejenak, kita mencoba melihat salah satu sudut pandang, yaitu dari segi pribadi orang itu sendiri dan Allah sebagai pemiliknya, sekali lagi orang itu bisa saja kita sendiri bisa saja orang lain.

Kalau kita cermati, bahwa atas kehendak Allah seseorang bisa saja sangat pintar, genius, kemampuan kognitifnya luar biasa, namun itu semua adalah makanan otak, sedangkan perlu adanya dorongan tersendiri yang lebih kuat yang begitu besar pada diri kita, yang disebut dengan hidayah atau petunjuk, dan itu tidak semua orang memilikinya, karena ada kehendak Allah tersendiri terhadap makhluk-Nya dari sekian banyak makhluk-NYa. Sesuai firman-Nya:

مَن يَهْدِ اللّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَن يُضْلِلْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah , maka merekalah orang-orang yang merugi.”(Al-‘Araaf)

Maka beruntunglah kita yang mendapat petunjuk tersebut, petunjuk atau hidayah itu adalah makanan atau bagian hati. maka jelaslah bahwa penyakit hati seperti sombong, angkuh dan iri hati, berburuk sangka, dll itu akan menghalangi datangnya hidayah. Dan satu hal yang juga kita harus ingat adalah hidayah itu tidak datang begitu saja, namun harus kita cari, butuh perjuangang dan pengorbanan.

sahabat seperjuangan, marilah kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan hidayah tersebut untuk terus membersihkan hati ini, untuk terus berjuang di jalan dakwah ini, untuk terus menolong agama Allah, semoga kita bisa istiqamah, aamiin ya Allah.

wallahu ‘alam


suara menghilang


Bismillahirrahmanirrahim

Seminggu ini, tenggorokan terasa sakit, ya seperti gejala flu biasa, maka minum banyak ada solusi yang klise dan efektif, namun entah apa yang terjadi, semakin hari semakin parah bahkan disertai batuk, eh, lama-lama berefek pada suara yang serak-serak hingga pagi hari ini suara hilang, hanya bisa berbicara tanpa suara, namun setelah di latih dan dilatih mulai keluar namun sangat terbatas.

apakah makna di balik dari semua ini?
mungkin ini adalah ujian sekaligus teguran dari Allah.
mungkin saja selama ini saya sadar atau tak sadar banyak mengeluarkan kata-kata yang sia-sia, membicarakan orang, terlalu banyak bercanda, berkata kasar dan lain-lain yang tidak diridhoi oleh Allah, mungkin saja saya sangat jarang berdzikir, beristighfar.

Saya sangat bersyukur diberikan sakit ini, walaupun agak sedikit sulit berkomunikasi dengan orang lain.
dimana hari banyak bertemu dengan teman2 seperjuangan lama, saling menanyakan kabar dan keadaan. semoga sakit ini menjadi penggugur dosa-dosa, aamiin, laba’sa thouhurun, insyaAllah.

setidaknya bisa merasakan perasaan saudari kita yang diberi kelebihan oleh Allah tidak bisa berbicara, kelebihan, karena dosa-dosa yang di lakukan oleh mulutnya lebih sedikit. subhanallah.

wallahu ‘alam


Hikmah..hikmah..hikmah


Bismillahirrahmanirrahim

Begitu banyak peristiwa yang kita lalui, begitu banyak kejadian yang kita lihat, begitu banyak cerita yang kita dengar. Tentunya ada begitu banyak juga hikmah yang dapat kita ambil dan kita mainfaatkan dalam menjalani hari-hari berikutnya yang kita tidak tau kapan akhirnya.

Hikmah tersebut kadang kita dapatkan saat kejadian itu terjadi, sesaat setelah terjadi, bahkan jauh setelah kejadian itu terjadi. Semoga Allah selalu membukakan pintu hati dan pikiran kita untuk selalu memperoleh hikmah atas setiap peristiwa yang dialami oleh indra kita. Namun apalah artinya sebuah hikmah kalau kita tidak memanfaatkannya untuk membantu dalam penyiapan bekal yang lebih baik dan lebih banyak untuk kehidupan akhirat kelak.

Dan hikmah yang paling jelas adalah Al-qur’an yang diwahyukan oleh Allah SWT dan As-Sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْراً كَثِيراً وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”(Al-Baqarah:269)

وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ

“Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.”(Az-Zukhruf:4)

Sahabat, marilah kita selamatkan diri dari godaan dunia yang sekarang begitu dahsyatnya, dari rayuan syetan yang takkan pernah berhenti mengajak ke sesatan.

Sahabat, marilah kita beristiqamah berjuang di jalan Allah, mempelajari Al-qur’an dan As-Sunnah, mengamalkan dan mengajarkannya semata-mata mencari ridha Allah untuk dapat bertemu dengan-Nya dan berkumpul bersama Rasulullah dan para sahabta beserta orang-orang yang kita cintai lainnya di surga-Nya kelak, aamiin ya Allah.

٧٢. وَعَدَ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mu’min, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar. itu adalah keberuntungan yang besar.”(At-Taubah:72)

wallahu ‘alam

sabahabat seperjuangan yang berjuang di jalan Allah, insyaAllah, semoga istiqamah, aamiin.


Sahabat Istimewa


Bismillahirrahmanirrahim,

Malam ini, begitu banyak sms tausyiah berdatangan ke inbox Hp-ku. Salah satu sms dari teman sejurusan berisi tentang kalimat yang dipernah dituliskan oleh Imam AL-Ghazali. Maaf bila tidak begitu sesuai dengan redaksi dan dengan beberapa tambahan.

Ukhuwah itu tidak terletak pada pertemuan,

Bukan pula pada manisnya ucapan di bibir,

Namun tertelak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam do’anya.

Sahabat, Seseorang yang istimewa bukanlah orang yang sering kita lihat, bukanlah seseorang yang selalu ada di sisi kita, namun seseorang yang selalu setia di hati dan mengingat kita dalam setiap bisikan do’anya,

Sahabat, izinkanlah aku menjadi sahabat istimewa kalian, sahabat seperjuangan yang akan tetap setia dan istiqamah di Jalan-Nya, insyaAllah, aamiin


kisah jum’at pagi


Bismillah

Suatu hari di bulan Juni, kalau tidak salah ingat, tanggal 11 hari Jum’at. mudah-mudahan tidak salah, namun itu tidak begitu penting sih.  Kita mulai ceritanya, isnyaAllah saya akan mencoba menceritan seingat saya saja, mudah-mudahan teringat dengan baik, mohon maaf bila ada yang kelupaan..^_^

Pagi hari, saya di ajak oleh seorang saudari untuk sarapan di kantin dekat asrama kami. Kami menikmati sarapan nasi+sayur+tempe, yah makanan standar mahasiswa Bandung tipe menengah seperti kami ini. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas karunianya pagi ini.

Kami pun sepertinya sibuk dengan makanan masing-masing sambil menyaksikan berita pagi itu dari televisi, lagi-lagi tentang kasus kriminal yang tak henti-hentinya membanjiri negeri.

Ya Allah tunjukkanlah kami jalan yang lurus, istiqamahkanlah kami di jalanMu dan berilah petunjuk dan penerang kepada saudara-saudari kami yang masih tertutup oleh selimut dunia yang begitu menggoda yang menutupi cahaya keimanan, aamiin ya Allah .

Namun bagi saya, saat menikmati makanan membuat saya selalu mengingat keluarga yang di seberang pulau sana, makan apa bapak, mama, dan kakak2 saya hari ini? aduh, jadi homesick nih..

Setelah makan, saya mengira kami langsung ke pulang ke asrama, eh, malah di ajakin ke pasar jum’at salman. Kami hanya berjalan-jalan, melihat-lihat para pedagang yang masih sibuk menggelar dan mengatur posisi dagangannya. masih lumayan pagi, jadi belum begitu rame, dan akhirnya kami sampai di depan pintu asrama tanpa membeli sesuatupun. Dasar saudariku ini memang aneh, tapi saya tidak begitu keberatan, ya hitung-hitung dah lama tidak lihat pasar jum’at lagi, walaupun sebenarnya saya tidak begitu suka ke pasar.

Apakah yang terjadi di depan pintu? mmmhhh, anak ini bikin ulah lagi, penyakit isengnya keluar, mengambil sendalku dan berusaha membuangnya, dan menghalangiku untuk masuk ke asrama. Lucu juga anak ini, kataku dalam hati. Saya mulai agak sedikit jengkel dan menanyakan dengan nada pura-pura agak bijak (ini kata dia), kenapa sih kamu melakukan ini? Dengan lugu dia menjawab : ISENG….

hhmm, kami cukup lama bergulat mengenai itu di depan pintu, sampai2 anak asrama yang di dalam meneriaki kami.

Ya semoga kisah ini dapat diambil kebaikannya, dan lebih menjalin ukhuwah, dan selanjutnya bisa mengurangi kesia-siaan, aamiin.

”Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya ke suatu derajat di surga yang tidak bisa diperolehnya dengan sesuatu dari amalnya.” (HR Muslim)

Sahabaat-sahabatku..road to Jannah yuk..

mari berjuang sahabat…..

wallahu’alam


Buah Cinta kepada Rasulullah SAW


Cinta kepada Rasulullah SAW akan memberikan banyak manfaat, berikut pemaparanya yang di ambil dari buku Tarbiyah Rasulullah (Najib Khalis Al ‘Amir) :

1. Kecintaan Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an :

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Imran : 31)

2. Kesempurnaan Iman

sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

“Belum sempurna iman seseorang sampai aku dicintai melebihi cintanya kepada orang tua dan anaknya serta manusia seluruhnya.” (HR.Bukhari)

3. Meningkatnya akhlak dan budi pekerti

Dengan mencintai Rasulullah, dengan serta merta kita akan mengikuti amal2 atau sunnahNya, kita akan menerapkannya dalam keseharian  kita. Dimana Beliau adalah uswah kita dalam menjalani hidup di dunia ini.

4. Meningkatkan mentalitas dan spiritualitas

Sesungguhnya jiwa dan pikiran Rasulullah berorientasi pada Akhirat, sesuai Sabda Beliau :

“Apa arti dunia bagi diriku, hanyalah seperti penunggang kuda yang bernaungdi bawah sebuah pohon, setelah itu pergi lagi dan meninggalkan pohon tersebut”

Dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, menjadikan mental dan perasaan lebih baik dan senantiasa bertafakur memikirkan keadaan nanti di alam kubur dan dan di akhirat kelak.

5. Cinta kepada kaum muslimin

Sabda Rasulullah SAW : “Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.”

Subhanallah, sahabat, marilah kita menumbuhkan cinta lebih dalam lagi kepada Rasulullah SAW yang senantiasa berjuang mendakwahkan agama Allah ini, membawa kita ke cahaya yang terang benderang.

Begitu besar perjuangan Beliau, walaupun dicaci, dikatakan gila, dilempari batu, dan begitu banyak siksaan fisik dan mental, namun berkat karunia Allah SWT Beliau tetap teguh menjalankan tugas sebagai Nabi terakhir menyampaikan apa yang diperintahka oleh Allah SWT.

Ya Allah, sahabat, marilah kita bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

wallahu ‘alam