Monthly Archives: Agustus 2010

DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM


Bismillahirrahmanirrahim

Ingin berbagi sedikit wawasan yang telah diperoleh selama kerja praktek, semoga ilmunya bermanfaat, silahkan dibaca.

Kanker leher rahim adalah penyebab utama kematian akibat kanker di negara berkembang dan nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Berbagai penelitian telah dilakukan dan telah membuktikan bahwa kanker leher rahim ini erat kaitannya dengan infeksi oleh Human Papiloma Virus (HPV). Karena pada 99% penderita kanker leher rahim ditemukan virus terus tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang kedokteran dan sains, sekarang telah ditemukan suatu teknik untuk mendetekdi keberadaan virus tersebut pada sel epitel leher rahim. Teknik tersebut adalah teknik Hybrid Capture yang memiliki prinsip kerja mendeteksi DNA HPV dengan bahan khusus yang telah diberi penanda berupa cahaya yang berpendar (fluorescent). Semakin terang pendaran cahaya yang dihasilkan menunjukkan semakin banyak pula jumlah virusnya. Perpendaran cahaya tersebut ditangkap oleh sensor optic lalu diteruskan ke computer untuk di olah menjadi data digital menggunakan perangkat lunak. Dari data tersebut di peroleh informasi penting yang diperoleh adalah jenis HPV (ganas atau jinak) dan jumlah relatif HPV tersebut.

Sekarang telah ditemukan lebih dari 100 jenis HPV. Namun teknik Hybrid Capture hanya dapat mendeteksi sebatas pada ganas atau jinak dan jumlah relative, maka untuk memperoleh data yang lebih detail mengenai jenis ganas atau jenis jinak yang mana, kita dapat melakukan teknik perbanyakan DNA yang kita sebut dengan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Adapun jenis HPV yang ganas atau high risk, yaitu tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68) dan yang jinak atau low risk yaitu tipe 6, 11, dan 46). Untuk melakukan deteksi dini kanker rahim di Indonesia dapat kita temui di Laboratorium Biotek PT Sanbe Farma yang sekarang menjadi salah satu unit dari Sandia Biotech Diagnostic Centre Di Santosa Bandung International Hospital. Dimana sistem yang digunakan adalh sistem Hybrid Capture® 2 yang merupakan satu-satunya tes diagnostik molekuler komersil yang telah diakui oleh Federation of Food and Drug Administration (FDA) USA.

Jadi pada intinya, dengan teknik Hybrid Caprure tersebut deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan, karena kanker ini akan terasa dan terlihat bila sudah tingkat lanjut atau pada stadium lanjut. Dengan mendeteksi keberadaan HPV tersebut dapat memudahkan kita untuk mencegah penyakit yang cukup mematikan ini.

Semoga kita tetap diberikan kesehatan dan dapat memanfaatkan karunia kesehatan tersebut untuk senantiasa istiqamah beribadah kepada Allah, aamiin.

“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,”(Asy-Syu’araa’:80)

Dan yakinilah Allah lah yang menyembuhkan kita.

Sesungguhnya setiap penyakit ada obatnya, namun mencegah lebih baik daripada mengobati. Keep health.

Wallahu’alam.

Referensi : Nuswantara, Sukma. Deteksi Human Papiloma Virus Dalam Pencegahan Dini Kanker Leher Rahim. Dalam seminarnya di Santosa Bandung International Hospital. 2008.

Iklan