Author Archives: fadylah

About fadylah

Berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berjuang untuk mewujudkan mimpi dan harapan di kampung akhirat yang kekal. Bertemu Rasululah, berkumpul bersama keluarga dan sahabat di Jannah-Nya, aamiin.

Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI


mmm..dah lama banget enggak nulis di blog ini,

kenapa ya?

saya harus “Mau Bertanya (agar) Nggak Sesat di Jalan” kehidupan blogger ini..hehe ^^

Dan setelah menemukan jawabannya, akhirnya saya melanjutkan ketikan tulisan  ini, tik tak tik tak tik tak

Baik..

Sesi kali ini kita mulai dengan cerita tentang pengalaman saya pertama kali datang ke Bank.

Jujur, saya termasuk orang yang cukup pemalu untuk bertanya langsung ke orang atau lebih tepatnya saya selalu menunda bertanya dengan mencari tau sendiri dulu.

Tapi perasaan itu tidak terjadi pada diri saya ketika memasuki sebuah Bank, kenapa?  ayo, kamu harus “Mau Bertanya (agar) Nggak Sesat di Jalan” dunia maya ini..hehe maksa ya..

Yup.. jawabannya karena saat masuk Bank, saya langsung disambut hangat oleh seorang Bapak yang memakai pakaian seragam keamanan, bahkan sampai dibukai pintu segala…waduh kayak tamu terhormat aja…

Dan point terpentingnya adalah Bapak penjaga keamananan langsung ngomong : “selamat pagi, ada yang bisa di bantu?”

Aksi security ini nih yang menghilangkan rasa malu bertanya, gugup di sekitar orang-orang yang tak dikenal, dan takut salah tingkah di keramaian ruangan.

Sambil menunggu panggilan antrian, saya sesekali melirik ke Bapak security tadi yang tak hentinya mengamati dengan seksama semua aktifitas pengunjung Bank, seolah mencari-cari adakah pengunjung yang butuh bantuan.

Saya kagum sama pelayanan bapak itu dan tentunya secara umum pelayanan Bank tersebut juga.

Dan sekarang dunia pun semakin canggih, kunjungan ke Bank tidak serame dulu, sekarang orang-orang lebih banyak melakukan transaksi lewat atm dan e-banking.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah …

Saya harus mau bertanya nih, iya karena “Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan” ^_^

Pertanyaan saya adalah apakah Bank tersebut tetap bisa melakukan pelayanan yang hangat dan informatif selayaknya pada dunia nyata seperti Bapak security tadi?

Karena sarana bertanya inilah salah satu hal urgent yang dibutuhkan costumer Bank.

Dan ternyata jawabannya : YA, Bank tersebut tetap berusaha seoptimal mungkin melayani costumernya di dunia maya dengan menyediakan ini :

1914620_10153184010757102_3476310828338517082_n

Apa ini? nanya lagi…bagusss

#AskBNI adalah hashtag dari akun twitter @BNI46

Caranya sangat mudah, cukup memiliki akun twitter lalu follow aja twitter @BNI46. Di situ akan dijelaskan penggunaan lebih detailnya. Kalo bingung, ingat jangan lupa langsung bertanya ya..tp saya yakin fitur #AskBNI ini sangat mudah digunakan.

CXbbT7uWMAAAObo

Dengan menggunakan hashtag #AskBNI, kita dapat memperoleh segala informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan update, mulai dari info promo sampai quotes. Selamat mencoba…

Kalau di kantor Banknya ada bapak security, kalau di twitter @BNI46  ada #AskBNI. Selamat memanfaatkan sarana ini.

Ingat, bila masih bingung atau ragu, jangan sungkan untuk bertanya, karena  “Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan”…^_^

Sekian, semoga bermanfaat.


Abdullah Al-Anshari


Abdullah Al-Anshari

Marilah kita membaca “Bismillahirrahmanirrahim” sebelum melanjutkan menulis ataupun membaca (untuk para pembaca) tulisan ini,

Ada yang ingat kisah sahabat yang satu ini??

Ya, sahabat ini adalah seorang mujahid yang memiliki kisah yang sangat menarik pada perang uhud. Dimana Rasulullah bercerita kepada anak Abdullah Al-Anshari, yaitu Jabir, mengenai kisah percakapan ayahnya dengan Allah.

Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir : “Wahai Jabir, tahukah kamu bagaimana Allah memperlakukan ayahmu?”

ini sebuah pertanyaan yang membuat hati penasaran yang diselimuti dengan perasaan gembira, sekaligus sebuah pernyataan yang menyiratkan kabar gembira..

selanjutnya Jabir RA menjawab : “Demi Allah, saya tidak tahu, wahai Rasulullah.”

Maka Rasulullah SAW bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku di dalam genggaman-Nya, sungguh Allah telah mengajaknya berbicara tanpa ada penerjemah.”

Allah SWT berfirman, “wahai hamba-Ku, berharaplah kamu.”

Maka dia (Abdullah bin Amr Al-Anshari) berkata, “Wahai Rabbku, saya berharap agar Engkau mengembalikanku ke dunia lalu saya terbunuh lagi untuk kedua kalinya.”

Allah SWT berfirman, “sesungguhnya Aku telah membuat ketentuan kepada diri-Ku bahwa mereka (orang-orang yang sudah meninggal dunia) tidak akan dikembalikan kepadanya (dunia), maka berharaplah (yang lain).”

Dia berkata, “Saya mengharapkan supaya Engkau ridho terhadapku, karena Aku telah ridho terhadap ketentuan-Mu”(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Sungguh luar biasa, Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah, Percakapan yang luar biasa antara seorang hamba dengan kejujuran perasaan cintanya kepada Sang Khalik. Percakapan yang sangat langka sekali. Sungguh Allah SWT telah memillih Sahabat Abdullah bin Amr Al-Anshari, sebagai contoh, sebagai pelajaran, sebagai penyemangat, sebagai penggelora hati, dalah suatu kisah seorang mujahid yang begitu jujur menyatakan kecintaan dan keinganannya akan kesyahidan yang hanya dinanti-nanti oleh orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT.

Percakapan ini menyiratkan kepada kita tentang betapa nikmatnya syahid tersebut, tentang begitu di indahnya berjihad di jalan Allah, tentang kerinduan akan syahid, sehingga membuat orang yang telah merasakan masih ingin merasakannya lagi, masih ingin menikmati dan dan mengarungi perjuangannya yang begitu nikmat dan indah. Allahu Akbar.

Dan saat yang dimintakan itu tidak penuhi, maka permintaan yang kedua, adalah suatu harapan yang mencukupi semuanya, yaitu ridho Allah SWT, karena dengan ridho Allah SWT, kita bisa memasuki surga-Nya dan bertemu dengan-Nya. Dan bahwa segala sesuatu yang terjadi itu semua hanya karena ridho Allah SWT.

Ya Allah jadikanllah hamba dan orang yang membaca tulisan ini termasuk hamba-Mu yang Engkau karunia hidup mulia dan mati syahid, ya Allah karuniakanlah kami khusnul khatimah, aamin ya Allah.

Oia, mungkin menjadi pertanyaan mengapa Allah SWT tiba-tiba memulai percakapannya dengan pertanyaan apa yang diharapakan. Hal ini berawal dari do’a yang yang dipanjatkan oleh Abdullah Al-Anshari, saat Beliau ke medan perang uhud, dimana beliau telah memakai kain kafan seraya menghadap ke langit dan berdo’a :

“Ya Allah, ambillah darahku pada hari ini, sehingga Engkau ridho kepadaku. Ya Allah, sesungguhnya aku sangat ingin berjumpa dengan-Mu, maka janganlah Engkau tolak perjumpaanku dengan-Mu pada hari ini.”

Allah SWT Maha Mengetahui kejujuran dan keikhlasan hamba-Nya, maka pagi itu juga Allah mengabulkan kesyahidannya.

Subhanallah, Allahu Akbar. Sahabat, apakah kita pernah berdo’a seperti do’anya Abdullah Al-Anshari? Atau yang mirip-mirip dengan do’a tersebut? Sungguh karunia yang luar biasa, tidak ada kata terlambat untuk berdo’a.

Sahabat, mari kita perkuat keimanan kita, ketakwaan kita, dengan amal harian kita, dengan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, dengan beribadah sekhusyu’-khusu’nya, dan tentu saja berdo’a seyakin-yakinnya. Karena Allah SWT telah bersabda :

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang bedo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(Al-Baqarah:186).

Wallahu’alam.


Sabar dan Syukur


Bismillahirrahmanirrahim,

sungguh Allah benar-benar Zat yang Maha Penyanyang dan Pengasih, Ya Allah, Ya Rabb.

Sabar dan syukur adalah 2 sayap yang harus selalu berada di punggung tiap pribadi muslim, untuk bisa terbang ke surga-Nya,

Hampir semua amalan, pasti ada hitung-hitungan balasan pahalanya, misal kalau kita shalat dibalas dengan sekian derajat, kalau sedekah dikali dengan sekian balasan, kalau shaum pahalanya sama dengan sekian, dan seterusnya, tapi lain dengan suatu amaalan hati ini, yaitu sabar.

Sabar balasannya tak terhingga, luar biasa, karena sesuai dengan hakikatnya sendiri, bahwa sabar pun tak ada batasnya, jadi sebuah kekeliruan bila kita mengatakan kalau batas kesabaran kita sudah habis, itu artinya ada yang harus kita bersihkan dari hati kita, dengan banyak beristigfar, banyak mengingat Allah, mensyukuri nikmat-nikmat-Nya..

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.(Al-‘Imran:142)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Al-Baqarah:155)

Dari ayat di atas sangat jelas Allah benar ingin melihat orang-orang sabar diantara manusia..

Begitupun dengan beryukur, tak sedikit dari manusia yang pandai mensyukuri tiap karunia yang berikan, tiap kejadian yang ditakdirkan, tiap peristiwa yang dialami, dan seterusnya,

Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.(Al-Mulk:23)

Ya Allah jadikanlah kami hamba yang senantiasa bersabar dan bersyukur atas segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami, baik berupa nikmat maupun cobaan,

Wallahu’alam


sahabatku karena Allah


Bismillahirrahmanirrahim.

kemarin, tepat di akhir bulan mei, Allah betul-betul menyadarkan diri ini untuk bersyukur, bersyukur, dan bersyukur, karena memiliki sahabat yang luar biasa baik..
dipagi hari yang biasanya dia gunakan untuk berinteraksi dengan al-qur’an menghafal dan muraja’ah, kini harus bergegas ke sabuga untuk menemaniku membagikan selebaran dengan upah 100rb tiap orang. dalam rangka membantu memenuhi pembayaran kostan lusa. sungguh hari itu aku merasakan ketulusan seorang teman yang luar biasa..Alhamdulillah..
mm..sebenarnya ceritanya masih panjang, tapi nanti insyaAllah akan di sambung…di tengah-tengah ke hectic-kan nge-lab.


untuk sahabat seperjuangan


Menjadi seorang pejuang di jalan ini butuh yang namanya interaksi sesama manusia (hablum minannas), namun yang harus dicermati dengan baik adalah interaksi dengan Allah (hablum minallah). Kita harus dekat kepada Allah (taqorubbillah). Karena insyaAllah kedekatan kita dengan Allah akan memudahkan kita dalam berinteraksi dengan semua makhluk-Nya.

Begitu banyak efek positif yang akan terasa dengan mendekatkan diri kepada Allah, insyaAllah hati menjadi tenang, niat terus terbarui untuk ikhlas, semangat tak pernah pudar, cobaan yang berat tak membuat putus asa, dan akan senantiasa tawakkal, sabar dan syukur selalu terpatri.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan” QS Al-Maidah:35).

Kedekatan kita dengan Allah akan berbanding lurus dengan kesuksesan kita di jalan ini, jalan yang balasannya sangat mahal.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. “(QS.At-Taubah:111)

Dan sebaliknya, semakin jauh kita kepada Allah, maka kegagalan lah yang akan mendekat. naudzubillah mindzaliq.

Maka saudariku, marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dengan QL kita, dengan Dzikir kita, dengan Shalat di awal waktu, dengan shalat-shalat sunnah kita, dengan tilawah dan tadabbur al-qur’an, dengan do’a-do’a kita, dengan ibadah-ibadah kita lainnya.

Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah menyatakan :
“Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Jika dia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari.”(HR.Muslim)

Subhanallah, apalagi yang membuat kita enggan mendekat kepada-Nya, membuat kita ragu untuk terus bergerak dan menapaki jalan ini.

Dimana tiap tarikan nafas kita bernilai ibadah, tiap langkah kita meniti surga-Nya, dan setiap aktivitas kita adalah ikhtiar untuk memperoleh ridho-Nya.

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-An’am:162)

Ya Allah Kokohkan ikatan ukhuwah diantara kami agar dapat kami jumpai wajah-Mu bersama-sama para saudari seperjuangan da’wah.

Allahu a’lam
Uhibbukumullah
wassalam.

*insyaAllah masih ada satu semester untuk berjuang di Mata’ XVII.


surat dari ocha dan mega yg loecoe


Bismillah

berikut suratnya :

Kosandylah, 1 Des’10

Assalamualaikum Fadylah….

Ini ocha… dan ini teman ocha, mega.. ini.. kisah kami bedue…. Mau cerita tak? Mau.mau.mau

Pada suatu masa hiduplah dua ekor katak, bernama ocha dan mega. Katak tersebut berangkat ke Padang tak bertuan untuk menjenguk seorang seekor kepiting (?) teman mereka yang bernama Dylah. Dylah sedang sakit : sakit hati karena cintanya ditolak kecoa rocker yang terkenal. Ocha dan mega melakukan perjalanan 3 hari – 3 malam utk menemui Dylah. Mereka terus melompat dan melompat, dari rawa ke rawa, dari bukit ke bukit, dari mall ke mall. Lalu mereka melihat ada diskon. Dan mereka memutuskan untuk membeli sayuran dan buah2an serta baju lebaran.

Yaah… begitulah kisah mereka.. Sekian.

Cepat sembuh dylah.. Harus!

Mengetahui

 

Mega yg loecoe→ini fitnah!mega itu alim dan kurang pergaulan

 

Tertanda

 

ocha yg loecoe→dan byk teman


DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM


Bismillahirrahmanirrahim

Ingin berbagi sedikit wawasan yang telah diperoleh selama kerja praktek, semoga ilmunya bermanfaat, silahkan dibaca.

Kanker leher rahim adalah penyebab utama kematian akibat kanker di negara berkembang dan nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Berbagai penelitian telah dilakukan dan telah membuktikan bahwa kanker leher rahim ini erat kaitannya dengan infeksi oleh Human Papiloma Virus (HPV). Karena pada 99% penderita kanker leher rahim ditemukan virus terus tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang kedokteran dan sains, sekarang telah ditemukan suatu teknik untuk mendetekdi keberadaan virus tersebut pada sel epitel leher rahim. Teknik tersebut adalah teknik Hybrid Capture yang memiliki prinsip kerja mendeteksi DNA HPV dengan bahan khusus yang telah diberi penanda berupa cahaya yang berpendar (fluorescent). Semakin terang pendaran cahaya yang dihasilkan menunjukkan semakin banyak pula jumlah virusnya. Perpendaran cahaya tersebut ditangkap oleh sensor optic lalu diteruskan ke computer untuk di olah menjadi data digital menggunakan perangkat lunak. Dari data tersebut di peroleh informasi penting yang diperoleh adalah jenis HPV (ganas atau jinak) dan jumlah relatif HPV tersebut.

Sekarang telah ditemukan lebih dari 100 jenis HPV. Namun teknik Hybrid Capture hanya dapat mendeteksi sebatas pada ganas atau jinak dan jumlah relative, maka untuk memperoleh data yang lebih detail mengenai jenis ganas atau jenis jinak yang mana, kita dapat melakukan teknik perbanyakan DNA yang kita sebut dengan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Adapun jenis HPV yang ganas atau high risk, yaitu tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68) dan yang jinak atau low risk yaitu tipe 6, 11, dan 46). Untuk melakukan deteksi dini kanker rahim di Indonesia dapat kita temui di Laboratorium Biotek PT Sanbe Farma yang sekarang menjadi salah satu unit dari Sandia Biotech Diagnostic Centre Di Santosa Bandung International Hospital. Dimana sistem yang digunakan adalh sistem Hybrid Capture® 2 yang merupakan satu-satunya tes diagnostik molekuler komersil yang telah diakui oleh Federation of Food and Drug Administration (FDA) USA.

Jadi pada intinya, dengan teknik Hybrid Caprure tersebut deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan, karena kanker ini akan terasa dan terlihat bila sudah tingkat lanjut atau pada stadium lanjut. Dengan mendeteksi keberadaan HPV tersebut dapat memudahkan kita untuk mencegah penyakit yang cukup mematikan ini.

Semoga kita tetap diberikan kesehatan dan dapat memanfaatkan karunia kesehatan tersebut untuk senantiasa istiqamah beribadah kepada Allah, aamiin.

“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,”(Asy-Syu’araa’:80)

Dan yakinilah Allah lah yang menyembuhkan kita.

Sesungguhnya setiap penyakit ada obatnya, namun mencegah lebih baik daripada mengobati. Keep health.

Wallahu’alam.

Referensi : Nuswantara, Sukma. Deteksi Human Papiloma Virus Dalam Pencegahan Dini Kanker Leher Rahim. Dalam seminarnya di Santosa Bandung International Hospital. 2008.


Madrasah Cinta Ibu


Bismillahrirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum wr.wb.

semoga sahabat seperjuangan sekalian tetap sehat selalu, gimana kabar keluarga? ibu? bapak? saudara? semoga juga tetap sehat, sehat fisik, sehat akal, dan sehat iman, aamiin.

Berikut ada tulisan yang mungkin sahabat sudah pernah membacanya, namun di baca lagi gpa2, semoga bisa menambah keimanan kita, aamiin.

Madrasah Cinta Ibu

Apa yang paling dinanti oleh seorang wanita yang baru saja menikah? Sudah pasti jawabannya adalah kehamilan. Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, seberat apapun langkah yang mesti dikayuh, seberapa lamapun waktu yang akan dijalani, tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan;”positif”.

Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahahan hidup kecuali benih dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih, dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya. Seringkali ia bertanya, “Menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedih atau bahagiakah ia di dalam sana?” Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia. Rasa sakit pun sirna sekejap mendengar tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran. Detik ini, sebuah episode cinta baru saja berputar.

Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak-anak. Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja, taman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak-anak. Si kecil baru saja berucap,”Ma…”segera ia mengangkat telepon untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon. Saat baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru, bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka. Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun di saat yang sama, pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami tak berhenti rezekinya. Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan.

“Demi anak”,”Untuk anak”, menjadi alasan utama ketika ia berada di pasar berbelanja keperluan si kecil. Saat ia berada di pesta seorang kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam tissue. Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan kuenya, stiap kali hendak berbelanja baju untuknya. Tak jarang, ia urung membeli baju untuknya dan berganti mengambil baju untuk anak. Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil. Meskipun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan;demi anak.

Di saat pusing pikirannya mengatur keunangan yang serba terbatas, periksalah catatannya. Di kertas kecil itu tertulis: 1. Uang sekolah anak, 2. Beli susu anak,… nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya. Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil tetap terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apapun akan dilakukannya agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar. Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi baby sitter yang paling setia. Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran. Keesokannya ia rela menjadi kuda yang mengikik, berlari mengejar dan menghalau musuh agar tak mengganggu. Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makanan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya. Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukannya, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata barang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan meminta menceritakan dongeng ke sekian. Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.

Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anak yang akan ke kampus. Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta-merta kalimat,”Sudah makan belum?”tak lupa terlontar saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu sudah menjadi orang dewasa yang bisa membeli makan siangnya sendiri di kampus.

Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya untuk menentukan jalan hidup bersama pasangannya, Siapa yang paling menangis?Siapa yang paling lebih dulu menitikkan air mata?Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan. Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia di balut dengan gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tidak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang terlambat, yang dalam harapannya ia berlirih, “Masihkah kau anakku?”

Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir. Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya,”Bila ibu maninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil dipangku kalian. “Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya. “agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shaleh sejak kecil.”ujarnya.

Wahai ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak kecil ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya. Ibulah madrasah cinta saya, sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran: cinta. Sekolah yang hanya ada satu guru: pecinta. Sekolah yang semua muridnya diberi satu nama: yang dicinta.(dr sebuah buletin)


Drama Hijrah


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum wr.wb

sahabt seperjuangan yang insyaAllah mencintai Allah dan dicintai Allah, aamiin. ini ada sepenggal cerita yang indah (sirah Rasulullah SAW) semoga menjadi inspirasi dan motivasi.

Drama Hijrah

Haekal melukiskan kisah ini sebagai “kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman”.

Yatsrib atau Madinah sudah pasti menjadi masa depan Muhammad dan pengikutnya. Puluhan muslimin telah menyelinap pergi ke sana. Kaum Qurais tak terlalu peduli. Perhatian mereka pada Muhammad yang masih di Mekah yang tak akan mereka biarkan lolos. Padahal Muhammad telah siap untuk pergi. Abu Bakar telah menyiapkan dua unta baginya dan bagi Muhammad. Unta itu dipelihara Abdullah bin Uraiqiz.

Sampai pada harinya, perintah Allah untuk hijrah pun turun. Muhammad memberi tahu Abu Bakar. Para pemuda Qurais juga semakin ketat memata-matai rumah Muhammad. Mereka sesekali mengintip ke dalam rumah, melihat Muhammad berbaring di tempat tidurnya. Namun Muhammad meminta Ali mengenakan mantel hijaunya dari Hadramaut serta tidur di dipannya. Kaum Qurais tenang. Mereka pikir Muhammad masih tidur. Ketika esok harinya mendobrak pintu rumah Rasul, mereka hanya mendapati Ali yang mengaku tak tahu menahu tentang keberadaan Muhammad.

Malam itu, Muhammad telah menyelinap dari jalan belakang. Bersama Abu Bakar, ia berjalan mengendap dalam gelap, menuju sebuah gua di bukit Tsur. Sebuah pilihan cerdik. Kaum Qurais tentu menduga Muhammad menuju Yatsrib di utara Mekah. Muhammad malah melangkah ke selatan. Kejadian ini juga memperlihatkan bahwa Muhammad tetap menggunakan nalar yang wajar sebagai manusia. Jika mau, ia dapat meminta perlindungan Allah berwujud kesaktian seperti yang dikejar-kejar banyak manusia sekarang. Tapi tidak, Muhammad menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama untuk kepentingan semacam itu.

Muhammad dan Abu Bakar hanya menjalankan siasat biasa. Dalam persembunyiannya, mereka tetap memasang telinga melalui Abdullah, anak Abu Bakar, yang tetap tinggal di Mekah. Setiap malam, Abdullah menemui mereka di gua melaporkan perkembangan suasana serta mengirim makanan yang disiapkan Aisyah dan saudaranya, Asma. Setiap pagi, pembantu Abu Bakar -Amir bin Fuhaira-menggembala kambing menghapus jejak itu.

Tiga malam mereka bersembunyi di gua itu. Satu riwayat menyebut sejumlah pemuda Qurais telah mencapai bibir gua. Abu Bakar gemetar meringkuk di sisi Muhammad. Saat itu, Muhammad berbisik. “La tahzan, innallaaha ma’ana (Jangan sedih, Allah bersama kita) “. Rasul juga menghibur dengan kata-kata, “Abu Bakar, kalau kau menduga kita hanya berdua, Allah-lah yang ketiga.” Orang-orang Qurais itu lalu pergi. Konon mereka melihat sarang laba-laba serta burung merpati mengerami telur di mulut gua. Tak mungkin Muhammad bersembunyi di situ.

Setelah aman, Abdullah bin Uraiqiz membawa keluar mereka. Tiga unta beriringan ke Barat, berbekal makanan yang diikat dengan sobekan sabuk Asma. Abu Bakar disebut membawa seluruh uang simpanannya sebesar 5 ribu dirham. Mereka berjalan berputar menuju arah Tihama, dekat Laut Merah, melalui jalur yang paling jarang dilalui manusia. Baru kemudian mereka berbelok ke utara, ke Yatsrib, menapaki terik gurun. Siang-malam mereka terus berjalan.

Kaum Qurais membuat sayembara dengan hadiah 100 unta bagi yang dapat menangkap Muhammad. Suraqa bin Malik tergiur iming-iming itu. Ketika mendengar info ada tiga orang berunta beriringan, ia mengelabui kawan-kawannya. “O.. itu adalah si anu,” begitu kira-kira ucapan Suraqa. Namun ia kemudian memacu kudanya sendirian mengejar Muhammad. Sedemikian menggebu Suraqa, sehingga kudanya tersungkur. Sekali lagi, ia tersungkur setelah dekat dengan Muhammad. Suraqa lalu menyerah karena menganggap dirinya tengah sial.

Dua pekan kemudian, Muhammad tiba di Quba -desa perkebunan kurma di luar kota Yatsrib. Ia tinggal di sana selama empat hari dan membangun masjid sederhana. Di sana pula Muhammad bertemu kembali dengan Ali yang berjalan kaki ke Yatsrib. Mereka kemudian berjalan bersama menuju kota, dan disambut sangat meriah oleh warga Yatsrib dengan bacaan salawat. Orang-orang Arab -baik yang Islam maupun penyembah berhala-serta orang-orang Yahudi tumpah ruah untuk melihat sosok Muhammad yang banyak diperbincangkan.

Orang-orang berebut menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal Rasul. Tapi Muhammad menyebut bahwa ia akan tinggal di mana untanya berhenti sendiri. Sampai ke sebuah tempat penjemuran korma, unta itu berlutut. Muhammad menanyatakn tempat itu milik siapa. Ma’adh bin Afra menjawab, rumah itu milik Sahal dan Suhail -dua orang yatim dari Banu Najjar.

Setelah dibeli, rumah itu pun dibangun menjadi masjid. Hanya sebagian dari ruangan masjid itu yang beratap. Di sanalah orang-orang miskin –dari berbagai tempat yang datang menemui Muhammad untuk memeluk Islam– kemudian ditampung. Muhammad membangun rumah kecil bagi keluarganya di sisi masjid itu. Semasa pembangunan rumah itu, Rasul tinggal di rumah keluarga Abu Ayyub Khalid bin Zaid. Sekarang masjid yang dibangun Rasulullah itu menjadi masjid Nabawi yang teduh di Madinah. Sedangkan rumah tinggalnya menjadi tempat makam Rasul yang kini berada di dalam masjid Nabawi.

Pada usia 53 tahun -setelah 13 tahun masa kerasulannya serta membangun pondasi keislaman-Muhammad membuat langkah besar itu: hijrah. Langkah berbahaya namun mengantarkannya menjadi pemimpin utuh. Pemimpin keagamaan, kemasyarakatan juga politik. Peristiwa pada tahun 623 Masehi itu sekaligus mengajarkan keharusan umat Islam untuk berani menempuh langkah besar untuk mencari lingkungan atau lahan baru yang memungkinkan benih kebenaran dan kebajikan tumbuh lebih subur.

(kisah ini, adalah kisah yang diamanahkan kepadaku untuk dibaca lalu direkam, dan rekamannya diberikan oleh salah satu yayasan tunanetra yang ada di Bandung, bagi anggota asrama putri yang mau merekam suaranya, diberikan 1 judul kisah dari sirah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. semoga CD rekaman tersebut dapat dimanfaatkan oleh mereka, aamiin)


semangat berukhuwah


bismilllahirrahmanirrahim

sedikit dari curahan hati untuk siapapun yang membaca tulisan ini dan ingin menjadi sahabat seperjuangan yang istiqamah, isnyaAllah.

assalamu ‘alaikum wr.wb sahabat seperjuangan…

hari ini, perasaan ini dipenuhi dengan semangat berukhuwah, kangen dengan sahabat2 seperjuangan saat TPB, sahabat seperjuangan di mata’, terinagat-ingat kenang-kenangan saat DP2Q 1 dan 2, dauroh pengurus, sahabat seperjuang gamais, GSC dan pelantikan, kepanitiaan pertama di muktamar gamais, lanjut ESQ, KIT, dan GP, sahabat seperjuangan di prodi muslimah chem, rihlah kamamuki, silikat tiap jum’at., dll dan begitu banyak kumpul2 lainnya yang semunya itu telah menjadi suatu momen kita menciptakan dan merasakan nikmatnya ukhuwah itu.

sangat bersyukur bisa berkenalan dengan kalian, bisa berbincang lama, melakukan perjalan bersama, makan bersama, tidur di atap yang sama, bisa mengenal lebih dalam, berbagi keunikan yang luar biasa manfaatnya.

sangat senang bila diberi kesempatan memperbanayak sahabat lagi, berjuang lebih keras lagi dan istiqamah.

serasa ingin reuni lagi, berkumpul mengenang masa2 itu dan berbagai mimpi untuk masa depan yang lebih baik untuk mewujudkan cita-cita bersama, terus berjuang di jalan dakwah ini, menggapai ridho Allah, Walaupun butuh perjuangan yang luar biasa, hati ini sangat berharap dan terus memohon kepada Allah agar kita dipertemukan di surga-Nya kelak, aamiin ya Allah.

sahabat seperjuangan yang begitu merindukan sahabat seperjuangannya karena Allah, insyaAllah.

wallahu ‘alam